Apakah anda fobia terhadap sesuatu? Silahkan baca dan temukan rahasianya!!


APA ITU FOBIA???
Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara dibayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.

PENYEBAB FOBIA???
Sama kayak jenisnya, ternyata penyebab phobia juga macem-macem. Analisa yang pertama karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak. Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis. Kabarnya nih, beberapa hari setelah bom bali meledak phttp://www.blogger.com/post-create.g?blogID=9185303822570687456ara korbannya yang selamat, jadi phobia sama api dan suara keras. Kejadian traumatis, seperti inilah yang jadi penyebab phobia paling umum. Masih ada penyebab lainnya yang dianalisa oleh psikolog, yaitu phobia juga bisa terjadi karena budaya. Seperti di Jepang, Cina dan Korea, masyarakatnya takut banget sama angka 4 (tetraphobia) sedangkan di Italia takut sama angka 17 yang dianggapnya angka sial! Memang nggak rasional, tapi bener-bener terjadi!

JIKA DIBIARKAN???
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrim seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.

KATEGORI FOBIA
1. Specific Phobia (biasa disebut phobia simple atau tunggal), yaitu ketakutan akan objek atau situasi tertentu. Jenis ini diklasifikasikan dalam subtipe seperti animal type, natural environment type (takut air atau ketinggian), blood injection injury type, situational type (takut tempat sempit atau gelap)
2. Agoraphobia, yaitu ketakutan yang dibarengi dengan panic disorder yaitu ketakutan yang terjadi pada situasi apapun yang menyebabkan serangan panik.
3. Social phobia, yaitu ketakutan yang terjadi pada situasi sosial seseorang dengan kata lain memalukan diri sendiri dihadapan orang lain. Jika menderita fobia ini seseorang akan berpikir orang lain akan lebih kompeten dibanding dirinya, kesalahan kecil yang dibuatnya akan dibuat lebih serius dibanding yang orang lain pikirkan. Fobia ini beda denga rasa malu. Orang yang malu bisa sangat gelisah dihadapan orang, tapi tidak merasakan cemas yang ekstrim, sebaliknya orang yang mengalami fobia ini akan merasa benar-benar malu dan intensitas kecemasan yang tinggi.

CARA MENGOBATI

Jika objek yang ditakuti mudah untuk dihindari, maka seseorang merasa tidak perlu mencari perawatan khusus. Namun, ketika fobia tersebut sudah mengganggu kualitas hidup seseorang, maka sudah membutuhkan perawatan. Kesuksesan perawatan ini biasanya melibatkan teknik Cognitive Behavioural seperti terapi paparan dimana pasien tersebut secara perlahan akan diterapi hingga ketakutannya berangsur-angsur kurang.

Sebanyak 75 persen pasien mendapatkan manfaat yang signifikan dari terapi ini. Namun, relaksasi dan teknik bernafas juga membantu mengurangi gejala kecemasan. Kadang obat-obatan tertentu bisa membantu mengurangi gejala ketakutan sebelum seseorang menjadi phobia.

BERBAHAYAKAH HIPNOTERAPI ITU?

hipnoterapi, mengedukasi pikiran bawah sadar untuk memaknai ulang apa yang menyebabkan hal itu terjadi

Dengan hipnoterapi,
— tidak memakai obat2 an
— tidak ada efek samping, yang ada hanyalah EFEK KE DEPAN!

Kedepannya kita tidak lagi phobia, kita akan merasa lebih nyaman...

Obat untuk mengatasi Fobia


Apakah Anda termasuk orang yang penakut atau fobia terhadap banyak hal? Baru-baru ini, sebuah obat untuk mengatasi fobia ditemukan para ilmuwan. Cara kerjanya menggunakan obat suntik yang dapat menonaktifkan 'pusat ketakutan' di dalam otak.

Para ilmuwan di University of Hiroshima melakukan percobaan pada ikan mas yang diajarkan untuk menjadi takut ketika lampu menyala. Dengan pemberian sengatan listrik tegangan rendah setiap kali lampu dinyalakan dalam tangki, ikan-ikan belajar merespons cahaya dengan terkejut.

Peneliti utama Profesor Masayuki Yoshida berkata, "Ikan mas segera menjadi takut ketika lampu mengeluarkan kilat cahaya, apakah kami benar-benar memberi mereka shock, mereka dengan cepat belajar menjadi takut.” Ketakutan ditunjukkan dengan peningkatan detak jantung, sama seperti ketika manusia mengalami ketakutan.

Namun, ikan yang disuntik dengan anestesi lidokain pada cerebellum satu jam sebelum percobaan dimulai, tidak menunjukkan peningkatan detak jantung dan tidak menunjukkan tanda-tanda takut ketika cahaya bersinar.

Lidokain yang digunakan oleh dokter gigi sebelum pengeboran gigi. Hal ini juga digunakan sebagai obat bius lokal untuk operasi kecil. Efek anestesi, bagaimanapun, adalah hanya bersifat sementara.
Ikan mas yang tak kenal takut kembali menjadi takut setelah obat bius habis.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Behaviour and Brain Functions menunjukkan, cerebellum pada ikan juga mengontrol cara belajar untuk meningkatkan rasa takut, seperti pada manusia. Cerebellum adalah bagian dari otak yang menangani emosi dasar seperti ketakutan dan kesenangan.

Profesor Yoshida mengatakan, penelitian ini memperlihatkan bagaimana mamalia dan ikan dapat membagi mekanisme otak, karena rasa takut terkait dengan pembelajaran emosional. "Jika dikaitkan dengan evolusi yang mendasari ketakutan dan mekanisme saraf, temuan itu bisa mengarah pada pengobatan baru untuk fobia."

Seorang juru bicara untuk jurnal juga menyatakan, "Karena otak ikan mas menunjukkan banyak kesamaan dengan manusia yang juga mamalia. Untuk itu diharapkan bahwa dengan studi lanjutan dapat segera mungkin untuk memahami lebih banyak tentang biologi dan proses-proses kimia yang menyebabkan kita menjadi takut."

Sumber

Apa itu Dental phobia?

A phobia adalah rasa takut yang intens dan terus-menerus pada situasi tertentu, kegiatan, benda, binatang, atau orang. Gejala utama dari gangguan ini adalah keinginan yang berlebihan dan tidak masuk akal untuk menghindari subjek ditakuti. Dental fobia /fobia gigi dapat digambarkan sebagai ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal dari perawatan gigi.

Bagaimana saya mengetahui seberapa parah kondisi saya?

Ada sebuah skala “The Corah Dental Anxiety Scale”, yang dikembangkan pada tahun 1969, oleh Dr Norman L. Corah, dari Department of Behavior Science, School of Dentistry, State University of New York yang dapat membantu Anda menilai tingkat kecemasan Anda. Mengisi kuesioner berikut ini kemudian ikuti petunjuk tentang cara untuk nilai tes ini.
1. If you had to go to the dentist tomorrow, how would you feel about it?
a. I would look forward to it as a reasonably enjoyable experience.
b. I would NOT care one way or the other.
c. I would be a little uneasy about it.
d. I would be afraid that it would be unpleasant and painful.
e. I would be very frightened of what the dentist might do.

2. When you are waiting in the dentist’s office for your turn in the chair, how do you feel?
a. Relaxed.
b. A little uneasy.
c. Tense.
d. Anxious.
e. So anxious that I sometimes break out in a sweat or almost feel physically sick.

3. When you are in the dentist’s chair waiting while he gets his drill ready to begin working on your teeth, how do you feel?
a. Relaxed.
b. A little uneasy.
c. Tense.
d. Anxious.
e. So anxious that I sometimes break out in a sweat or almost feel physically sick.

4. You are in the dentist’s chair to have your teeth cleaned. While you are waiting and the dentist is getting out the instruments which he will use to scrape your teeth around the gums, how do you feel?
a. Relaxed.
b. A little uneasy.
c. Tense.
d. Anxious.
e. So anxious that I sometimes break out in a sweat or almost feel physically sick.

Bagaimana skor tes ini: Tambahkan nilai satu untuk titik "a." Tambahkan nilai dua untuk "b." Tambahkan nilai tiga untuk "c." Tambahkan nilai empat untuk "d." Tambahkan nilai lima untuk "e. "Total skor nilai dapat berkisar antara 4 - 20. Rata-rata skor 8-9 dan skor yang tinggi khas sebuah gigi fobia akan 17-20.
Skor ini tidak menggambarkan kondisi Anda. Yang pasti nilai yang tinggi menunjukkan bahwa Anda kemungkinan memiliki kecemasan tingkat tinggi atau ketakutan terhadap perawatan gigi. Tidak peduli berapa skor adalah, di sarankan bagi Anda untuk bisa menyampaikan hasil tes ini kepada dokter gigi Anda.

Penyebab Utama Anak-anak Takut ke Dokter gigi

Dunia anak adalah dunia yang menyenangkan dan penuh dengan permainan. Betapa menyenangkan apabila si buah hati tumbuh dengan sehat dan penuh keceriaan. Dalam perjalanan masa tumbuh kembang si buah hati tersebut bisa juga mengalami masalah dengan giginya. Sehingga sebagian besar orang tua meresponnya dengan membawa buah hatinya ke dokter gigi.
Ada banyak alasan orang terutama anak-anak malas pergi ke dokter gigi. Alasan pertama takut, trauma. Terbayang tusukan jarum suntik, alat pengetuk gigi, hingga ngilunya bor ketika menyentuh ke bagian gigi. Sentuhan itu sangat terasa, karena gigi dan gusi merupakan bagian tubuh yang sensitif terhadap sentuhan. Contoh kecil saja, setelah makan yang asam-asam gigi terasa ngilu.
Kebanyakan anak-anak merasa cemas dan takut ke dokter gigi. Mengapa anak tersebut berperilaku demikian? Seringkali justru karena dari orang tua sendiri misalnya mengatakan ‘klo kamu nakal nanti dibawa ke dokter gigi biar dicabut giginya’ dan sering orag tua juga memperlihatkan kecemasan berlebihan di depan anak, mungkin pernah merasakan pengalaman yang tidak menyenangkan tentang dokter gigi di masa lalunya. Perilaku orang tua seperti ini membuat anak yang tadinya tidak takut menjadi cemas. Orang tua juga terkadang memberi reaksi berlebihan terhadap ekspresi anak saat sedang diperiksa gigi, dimana reaksi tersebut malah membuat anak bertambah takut.

Berikut, empat cara agar si kecil tidak takut pergi ke dokter gigi :
1. Pendekatan "behaviour modelling" pada anak cukup berhasil, dimana anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Anda dapat menunjukkan kepada anak bahwa perawatan gigi tidak menakutkan dan dokter gigi bukanlah suatu yang harus ditakuti, dengan demikian diharapkan anak Anda dapat mencontoh dan akhirnya mau untuk diperiksa oleh dokter gigi.

2.Pendekatan "role play" Ajak si buah hati berkomunikasi dan bermain peran. Si buah hati bisa diajak bermain dokter-dokteran , di mana ia berperan menjadi dokter. Di saat si buah hati memerankan dokter tersebut, yang dianggap sosok menakutkan, ajaklah komunikasi dan yakinkan bahwa si buah hati yang menjadi ‘dokter’ bukan tokoh yang menakutkan.

3. Rajin ke dokter gigi dan kunjungan pertama anak tidak boleh saat ia sedang sakit gigi. Hal ini dapat menyebabkan trauma pada si kecil sehingga ia tidak ingin datang lagi ke dokter gigi.

4. Merawat kesehatan gigi yang baik bagi seorang anak adalah dengan membiasakannya berkunjung ke dokter gigi secara rutin sejak awal. Hal ini bisa membantu si kecil menghilangkan kebiasaan buruk mereka, seperti memakan makanan manis dan jarang menggosok gigi.

Tips Merawat Gigi Secara Alamiah


Setiap orang pasti mendambakan senyuman yang indah. Senyum indah pastinya diperoleh dengan adanya gigi yang sehat. Untuk mendapatkan gigi putih dan sehat, silahkan membaca dulu tips berikut. Pada dasarnya, warna gigi kita sesungguhnya adalah putih. Namun dengan banyaknya zat-zat makanan yang melewati gigi juga oleh faktor usia, sehingga warna gigi tak bisa bertahan putih selamanya. Itulah yang semestinya kita jaga. Jika Anda bermasalah dengan tampilan gigi, jangan khawatir karena sekarang ada banyak cara untuk merawat dan mengatasinya. berikut tips :

1. Rawatlah sebelum terlanjur menjadi rusak. Gunakan sedotan jika Anda minum kopi, teh, minuman bersoda dan juga anggur merah. Dengan demikian, minuman tak mengenai gigi secara langsung. Minuman-minuman tersebut biasanya menjadi penyebab kerusakan gigi yang sangat kuat.

2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang berperan sebagai pemutih gigi alami. Contohnya buah dan sayuran. Bahan-bahan alami yang cukup efektif untuk membersihkan gigi di antaranya apel, wortel dan seledri.

3. Strawberry adalah buah pemutih gigi yang sangat spesial. Caranya mudah. Hancurkan saja strawberry kemudian tempelkan pada seluruh gigi Anda dengan menggunakan jari. Diamkan selama satu sampai dua menit. Setelah itu gosoklah gigi dengan menyeluruh sampai bersih.

4. Sejumlah zat bisa melekat di gigi Anda dengan mudah. Oleh karena itu Anda harus mecegah terbentuknya noda gigi atau plak. Gunakan brokoli, daun selada atau bayam untuk mencegahnya. Sayur-sayuran itu terbukti sangat manjur untuk urusan mencegah noda gigi.

5. Gunakan pasta gigi yang berperan sebagai pemutih. Biasanya model pasta gigi seperti ini banyak dijual di pasaran. Namun tentunya butuh waktu yang cukup lama dan perlakuan yang sangat intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sekarang sebagian besar pasta gigi telah menggunakan enzim dan formula kimia sehingga Anda tak perlu ragu untuk mengkonsumsi pasta gigi berpemutih.

6. Cara mudah dan sederhana untuk merawat gigi tetap putih adalah menggosok gigi tiga kali sehari dan setiap selesai makan. Namun hati-hati dalam menyikat gigi. Jangan terlalu keras karena itu malah bisa membuat gigi abrasi dan rusak. Lebih bagusnya gunakan sikat gigi elektrik dan atur waktu menyikat gigi selama dua menit.

7. Yang termudah dan tercepat namun membutuhkan biaya lebih adalah dengan cara bleaching atau pemutihan. Model perawatan gigi semacam ini banyak tersedia di klinik gigi dan klinik kecantikan. Perawatan semacam ini bisa bertahan selama dua hingga tiga tahun. Tapi tetap saja setelah di bleaching, Anda harus menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Ingin punya gigi, sehat dan putih juga kan? Tunggu apalagi. Senyum indah Anda telah menanti.